Bisnis.com, JAKARTA – Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Potensi meningkatnya beban keuangan pemerintah Rakhine menjadi perhatian perusahaan keuangan asal Amerika, Morgan Stanley. Salah satunya adalah hasil dari makan siang gratis atau program makan siang bergizi. 

Hal ini, seiring dengan penguatan dolar AS terhadap rupiah, membuat Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.

Arah kebijakan ekonomi masa depan dan melemahnya rupiah menimbulkan risiko ketidakpastian jangka pendek lainnya bagi perekonomian Indonesia, menurut Morgan Stanley. 

“Kami melihat ketidakpastian jangka pendek mengenai arah kebijakan fiskal di masa depan, serta beberapa kelemahan di pasar valuta asing karena kenaikan suku bunga AS dan prospek penguatan dolar AS,” tulis ahli strategi termasuk Daniel Blake dalam penelitian mereka. Kamis (13/6/2024).

Program makan siang gratis pasangan capres-cawapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raaka dinilai menambah beban perekonomian negara.

Di sisi lain, proyeksi penerimaan negara ke depan diperkirakan tidak mampu menutupi besarnya beban belanja pemerintah mendatang.

Peringatan IMF kepada Bank Dunia

Besarnya cakupan belanja APBN pada pemerintahan mendatang juga menarik perhatian berbagai organisasi internasional. Bank Dunia telah memperingatkan bahwa pengeluaran besar-besaran untuk program makan siang gratis kemungkinan akan meningkatkan defisit anggaran.

Satu Kahkonen, yang sebelumnya menjabat sebagai perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, mengatakan pemerintah perlu menyiapkan rencana dan anggaran yang benar-benar matang untuk program tersebut.

Salah satunya mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan pagu defisit maksimal 3% dengan seluruh kebijakan yang ada.

“Kami berharap Indonesia dapat mematuhi batasan defisit fiskal yang ditetapkan sebesar 3% dari PDB dan juga menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas fiskal,” ujarnya.

Dalam konteks lain, Dana Moneter Internasional juga menyoroti prospek perekonomian Indonesia di tengah masa transisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pemerintahan Presiden terpilih Prabowo.

Di satu sisi, Direktur IMF Asia Pasifik Krishna Srinivasan berfokus pada kesinambungan politik antara pemerintahan saat ini dan masa depan.

“Jadi pertanyaannya adalah kita harus melihat detail rencana perekonomian Indonesia pada pemerintahan [yang dipimpin Presiden] berikutnya,” ujarnya.

Ia melihat adanya kesinambungan reformasi kebijakan antara era Jokowi dan Prabowo karena kemajuan Indonesia selama ini dinilai baik.

Di sisi lain, Krishna juga memberikan sambutan terkait peningkatan anggaran belanja dan langkah pemerintah ke depan dalam meningkatkan pendapatan negara. 

Thomas Heflin, Deputi Direktur IMF untuk Asia dan Pasifik, juga mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki peran penting dalam mengatasi kesenjangan dalam reformasi infrastruktur, pendidikan, dan tata kelola. 

Menurutnya, rasio pajak Indonesia saat ini berada di angka 10% dibandingkan belanja struktural yang besar, termasuk belanja pendidikan, infrastruktur, dan jaring pengaman sosial.

Anggaran makan siang gratis

Berdasarkan catatan dunia usaha, anggaran yang dibutuhkan untuk makan gratis berjumlah Rp 253,8 triliun per tahun. Pembagian susu gratis tidak termasuk dalam perhitungan ini.

Kebutuhan anggaran makan siang gratis diperkirakan lebih dari separuh anggaran seluruh program perlindungan sosial tahun anggaran 2024 yaitu Rp 496,8 triliun.

Menteri Perekonomian Airlanga Hartarto mengatakan, jumlah calon penerima manfaat program makan siang gratis ini mencapai 70,5 juta orang, dengan pendaftaran mulai dari bayi berusia lima tahun (balita) hingga siswa sekolah menengah (SMP). 

“Jumlah penerima manfaatnya sudah ada, kita sudah punya jumlahnya,” kata Airlangga, Ketua TKN Prabowo-Gibran.

Airlangga menjelaskan, 22,3 juta balita, 7,7 juta siswa Taman Kanak-Kanak (TK), 28 juta siswa Sekolah Dasar (SD), dan 12,5 juta siswa SMP akan mengikuti program tersebut dari 70,5 juta calon penerima manfaat.

Sedangkan anggaran makan siangnya ditetapkan sebesar Rp15.000 per anak. Perhitungan ini didasarkan pada proyek percontohan yang dilaksanakan sebelumnya.

Rencana anggaran program makan siang tahun 2025 dalam APBN

Seperti diketahui, pemerintah tengah melakukan negosiasi rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2025.

RAPBN yang disusun pemerintah juga memuat program-program yang harus dilaksanakan oleh presiden baru terpilih pada tahun depan.

Misalnya, anggaran pos kesehatan yang dibentuk dalam kerangka prinsip kebijakan makroekonomi dan keuangan (KEM-PPKF) berkisar antara Rp191,5 triliun hingga Rp217,8 triliun.

Meningkat dari pagu anggaran kesehatan tahun 2024 yang ditetapkan sebesar Rp185,2 triliun dalam APBN.

Dalam dokumen KEM-PPKF, prioritas kebijakan kesehatan tahun 2025 ditetapkan untuk meningkatkan gizi anak dan ibu hamil serta melanjutkan transformasi sistem kesehatan.

Prioritas anggaran kesehatan tahun 2025 berbeda dengan tahun ini karena bertujuan untuk mempercepat pengurangan pengurangan anggaran sambil terus melakukan transformasi sistem kesehatan.

Salah satu program yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 adalah peningkatan kebutuhan gizi anak dan ibu hamil yang sebelumnya tidak masuk dalam program prioritas tahun 2024.

Selain pos kesehatan, anggaran pendidikan juga meningkat dari Rp665,0 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp708,2 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp741,7 triliun pada tahun 2024.

Anggaran pendidikan tahun 2025 fokus pada terselenggaranya pendidikan bermutu dan berdaya saing melalui peningkatan gizi siswa sekolah, penguatan mutu sekolah, perbaikan sarana dan prasarana.

Simak Google News dan berita serta artikel lainnya di channel WA