Bisnis.com, Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan subsidi pupuk organik dapat disalurkan kepada petani mulai Agustus 2024;

Direktur Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan sistem regulasi menjadi salah satu alasan pihaknya tidak menyalurkan bantuan pupuk organik. Pasalnya, telah dipilih pupuk organik jenis baru sebagai pupuk yang disetujui Kementerian Pertanian melalui Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024.

Sedangkan langkah terbaru adalah penyelenggaraan subsidi pupuk organik pada Juni 2024, ujarnya.

“Karena perintah menteri baru keluar pada April [2024], maka akan dilanjutkan dengan proses administrasi,” kata Rahmed saat ditemui di Parlemen, Rabu (19 Juni 2024).

Rahmed juga meyakinkan, seluruh formalitas penyaluran bantuan pupuk organik akan segera selesai. Pendistribusian pupuk organik rencananya akan dimulai pada awal Agustus 2024 untuk digunakan petani pada penanaman tanaman berikutnya pada Oktober 2024.

“Kalau [pengendalian] ini semua dilakukan, distribusi bisa dimulai awal Agustus [2024]. Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar sebelum mulai pupuk lainnya,” ujarnya.

Data Pupuk Indonesia, hingga pertengahan Juni 2024, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi baru mencapai 2,8 juta ton atau 29% dari 9,55 juta ton yang disalurkan.

Rinciannya, per 15 Juni 2024, jumlah penyaluran pupuk urea sebanyak 1,58 juta ton dan alokasinya sebanyak 4,63 juta ton. Selain itu, telah dialokasikan NPK 15-10-12 sebanyak 1,2 juta ton dari kuota sebesar 4,27 juta ton; Sementara itu, pelaksanaan distribusi pupuk organik sebanyak 500.000 ton nol.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan telah melakukan perubahan Permen Pertanian 10/2022 menjadi Permen Pertanian 1/2024 sebagai solusi pengelolaan pupuk yang lebih baik. Dalam undang-undang baru tersebut, Kementerian Pertanian telah menambahkan pupuk organik berupa pupuk bersubsidi, serta sistem urea, nitrogen, fosfor, dan kalium, serta sistem nitrogen, fosfor, dan kalium.

Lihat berita dan cerita lainnya di Google Berita dan Channel WA