Bisnis.com, JAKARTA – PT CIMB Niaga Auto Finance atau CIMB Niaga Finance (CNAF) mencatatkan alokasi pendanaan baru sebesar Rp 4,62 triliun hingga Juni 2024.

Angka tersebut meningkat 20% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 3,84 triliun.

Presiden CNAF, Ristiavan Suherman mengatakan, kenaikan pada semester I/2024 didukung momentum Ramadhan yang mana permintaan kendaraan bekas atau baru meningkat. 

“CNAF juga selalu menyelenggarakan acara-acara untuk meningkatkan pertumbuhan pendanaan baru, seperti mengadakan penukaran dan lelang mobil bekas,” kata Ristiavan kepada Bisnis, Rabu (7/10/2024). 

Untuk mobil baru, khususnya kendaraan ramah lingkungan, lanjut Ristiawan, CNAF menawarkan suku bunga yang lebih murah dibandingkan pembiayaan reguler, bahkan dengan suku bunga 0% dengan kondisi khusus.

Menurut dia, alokasi pendanaan pada mobil bekas akan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan pendanaan baru di CNAF pada semester I/2024.

Komposisi pembiayaan mobil bekas hingga Juni 2024 ditetapkan sebesar Rp2,91 triliun atau 69% dari total alokasi pembiayaan baru, ujarnya. 

CNAF optimis potensi pertumbuhan pendanaan baru tersebut akan meningkat hingga akhir tahun 2024. Menurut Ristiawan, ajang otomotif seperti Indonesia Electric Motor Show (IEMS) dan Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) bisa menjadi salah satu pendorongnya. faktor pembiayaan kendaraan. 

“CNAF optimis pembiayaan kendaraan akan terus tumbuh pada Semester II/2024, begitu pula kapasitas pertumbuhan produktivitas perseroan hingga akhir tahun 2024,” ujarnya. 

Pada akhir tahun 2024, CNAF menargetkan peningkatan alokasi pendanaan baru menjadi Rp 10 triliun pada tahun 2024. Angka tersebut meningkat 15% dari target pendanaan baru sebesar Rp 8,5 triliun pada tahun 2023.

Salah satu strategi CNAF untuk meningkatkan produktivitas pada tahun 2024 adalah dengan mengembangkan digitalisasi yang akan membuat transaksi menjadi lebih mudah, aman, efisien, dan lebih mudah diakses oleh konsumen. 

“Selanjutnya, CNAF menawarkan suku bunga dengan pendekatan risk based pricing atau dengan menetapkan suku bunga disesuaikan dengan profil risiko nasabah, dan juga terus bersinergi dengan induk yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk untuk menarik nasabah. mengembangkan program rujukan,” ujarnya. 

Cek Google News dan berita serta artikel lainnya di WA