Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) alias Bank KB merupakan bank dengan kredit bermasalah (NPL). Bank KB memperkirakan tingkat NPL akan menurun pada tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, rasio NPL Bank KB mencapai 9,92% hingga Maret 2024, naik dari 6,98% pada periode yang sama tahun lalu. Namun total NPL sedikit menurun menjadi 4,93% dari 4,95%. 

Sementara itu, Bank KB juga mencatatkan rasio risiko kredit (level of risk/LaR) yang tinggi. Setahun setelah KB Financial Group (KBFG) dari KB Kookmin Bank menjadi pengendali, saham LAR menyentuh 65%. 

Setelah itu, pangsa ini terus turun di tahun-tahun berikutnya, masing-masing sebesar 50% di akhir tahun 2022 dan sekitar 40% di akhir tahun 2023. 

Penurunan ini berlanjut pada kuartal I-2024, dimana pangsa LAR turun di bawah 35%.

“Sesuai target kami, NPL harus di bawah 5% dan LaR 20%,” kata CEO Bank KB Bukopin Woo Yeul Lee usai acara HUT ke-54 KB Bank, Kamis (10/7/2024).

Sementara itu, setelah Kookmin Bank menjadi pemimpin, upaya untuk membereskan masalah pinjaman tersebut.

Dikatakannya, pada pemerintahan sebelumnya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, namun hal tersebut akan diselesaikan oleh pengurus Bank KB saat ini. Menurut dia, penyelesaian permasalahan kredit dilakukan melalui berbagai cara seperti konstruksi atau penjualan massal.

Selain itu, Bank KB juga melakukan restrukturisasi kredit Covid-19 pada portofolio kredit yang terdampak wabah tersebut. Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghapus kebijakan reformasi pinjaman Covid-19 dan Bank KB sendiri melakukan restrukturisasi portofolio.

Woo Yeul Lee menjelaskan, “Liburan Covid-19 sudah berakhir, kami harus menyelesaikan dokumen-dokumennya. Masih ada beberapa, kami harus menyelesaikannya pada akhir tahun,” jelas Woo Yeul Lee.

Sebelumnya, Kantor Bisnis KB Bank Adi Pribadi mengatakan, dalam pengembangan aset-aset penting dan berkualitas, perseroan menggunakan cara konservasi, yakni menciptakan ekspektasi penurunan (CKPN) sebagai antisipasi berakhirnya libur Covid-19. . .  

“Di sisi lain, kami melakukan upaya peningkatan kualitas properti melalui berbagai inisiatif, antara lain penagihan, penjualan perwalian, kontrak, penjualan melalui proteksi blok aset [ABS] dan bentuk penulisan lainnya,” ujar Bisnis, bulan lalu. (6/6/2024).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel