Bisnis.com, Jakarta – Harga patokan transaksi emas spot antar bank Tiongkok berakhir beragam pada Senin, 8 Juli 2024, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok.

Harga patokan emas dengan kemurnian 99,95 persen atau lebih tinggi berada pada 556 yuan, atau US$78, per gram, turun 0,95 yuan dari hari perdagangan sebelumnya. Harga emas dengan kemurnian 99,99 persen atau lebih baik naik 1,51 yuan menjadi 557,96 yuan dari hari perdagangan sebelumnya.

Harga transaksi spot untuk harga permintaan di pasar antar bank diperbolehkan naik atau turun dalam batas 15 persen dari harga referensi setiap hari perdagangan.

Bisnis penyelidikan harga emas antar bank diluncurkan pada tahun 2012 untuk meningkatkan likuiditas pasar dan memperkaya pola perdagangan.

Bank sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBOC) tidak menambah cadangan emas selama dua bulan berturut-turut pada Juni 2024 karena harga logam mulia tersebut anjlok dari rekor tertingginya. 

Cadangan emas batangan yang disimpan oleh PBOC tidak berubah pada angka 72,8 juta troy ons pada akhir bulan lalu, berdasarkan data resmi yang dirilis pada Minggu (7/7/2024). PBOC sebelumnya juga memilih untuk tidak menambah cadangan pada Mei 2024. 

Hal ini mencerminkan jeda pembelian besar-besaran selama 18 bulan yang membantu mendorong komoditas ke titik tertinggi sepanjang masa. 

Namun, beberapa analis masih percaya pembelian akan dilanjutkan karena Tiongkok berupaya mendiversifikasi cadangannya dan melindungi mata uangnya dari depresiasi. 

Sementara itu, sekitar 20 bank sentral diperkirakan masih akan meningkatkan cadangan emasnya pada tahun 2025. Menurut Dewan Emas Dunia, hal ini disebabkan oleh meningkatnya risiko geopolitik dan keuangan. 

Pembelian mungkin terpengaruh karena kenaikan harga emas. Emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas $2.400 per troy ounce pada Mei 2024 dan sejak itu terus turun karena investor bertaruh pada penurunan suku bunga Paman Sam pada tahun 2024. 

Ketika PBOC juga merilis data moratorium pembelian pada Mei 2024, emas juga mengalami penurunan intraday terbesar dalam hampir tiga tahun. 

Sebelumnya, ahli strategi investasi senior DBS John Goh mengatakan pembelian emas oleh bank sentral akan terus berlanjut karena penurunan nilai mata uang fiat yang sedang berlangsung.

“Kami masih overweight pada emas saat ini dan kami yakin emas akan terus tumbuh,” ujarnya kepada DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights 3Q24: Risk Assets in Play, yang diadakan secara online pada Senin (24/6). kenaikan harga masih terus berlanjut.”

Menurut dia, situasi geopolitik yang terus memburuk akan mendorong bank sentral membeli emas dalam beberapa tahun ke depan. Terbatasnya pasokan emas juga menjadi faktor pendukung lainnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel