Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Kamis (7/11/2024). Penguatan IHSG ditopang saham AMMN, BYAN, dan BBNI yang masuk zona hijau.  

Mengutip data perdagangan RTI, IHSG sesi I menguat 0,40% atau 28,97 poin hingga diperdagangkan pada 7316,02 hari ini. Sedangkan IHSG berkisar antara 7.274 hingga 7.328 sepanjang sesi. 

Mereka mencatat, hingga penutupan perdagangan hari ini, terdapat 258 saham menguat, 244 melemah, dan 278 berpindah tangan pada penutupan. Kapitalisasi pasarnya diperkirakan mencapai Rp 12,514 triliun.

Di antara jenis saham yang kapitalisasi pasarnya besar (big cap) adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) milik Grup Panigoro-Salim naik 2,86% atau 325 poin ke Rp 11.675 per saham. Disusul oleh PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik taipan Low Tuck Kwong, naik 1,76% ke Rp 18.775 per saham.

Selain itu, saham bank pelat merah BBNI menguat 0,83% ke Rp 4.860 per saham. Disusul Bank Mandiri (BMRI) yang menguat 0,78% ke Rp 6.425 per saham.

Sedangkan saham Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 2,54% ke Rp 9.575 per saham. Berikutnya adalah saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang stagnan di Rp 9.500 per saham.

Laba terbaik dipimpin oleh PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) yang naik 34,85% ke Rp 89 per saham. Sedangkan saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA) turun 10,71% ke Rp 75 per saham.

Analis keuangan Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan IHSG diperkirakan menguat antara 7.250 hingga 7.350 pada hari ini, Kamis (7/11/2024).

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG menghijau seiring dengan pernyataan dovish The Fed pada pekan ini. Pernyataan tersebut pun membuat rupiah menguat 1,24% menjadi Rp 16.256 dari level terendah pada Juni 2024.

Di luar negeri, Wall Street menguat menjelang rilis data inflasi AS Juni 2024. Pelaku pasar merespons positif pidato Ketua Fed Jerome Powell di depan Kongres pekan ini. 

Powell mengatakan bank sentral tidak perlu menunggu inflasi turun di bawah target untuk mulai menurunkan suku bunga. Pelaku pasar mengharapkan penurunan suku bunga pada September 2024, kata Ratih dalam jajak pendapat.

Dari Asia, inflasi tahunan di Tiongkok menurun menjadi 0,2% tahun-ke-tahun (year-on-year) pada bulan Juni 2024, setelah mencatat kenaikan sebesar 0,3% tahun-ke-tahun pada bulan sebelumnya, di bawah perkiraan pasar sebesar 0,4%. pemain diharapkan. Inflasi yang lebih rendah mencerminkan perekonomian Tiongkok yang belum pulih.

Penafian: Berita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan WA channel