Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) Entus Asnavi Mukhson mengungkapkan penyertaan modal masyarakat (PMN) sebesar Rp 2,09 triliun pada tahun 2025.

Entus mengatakan, ada tiga faktor yang menjadi pemicu PMN 2025, pertama, suntikan dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan dua proyek nasional (PSN) yakni Tol Joja-Baveni dan Solo-Joja.

Faktor kedua adalah perubahan kondisi pada saat pembangunan jalan Solo-Joja-Kulonprogo yang menyebabkan saham ADHI meningkat dari 24% menjadi 47,18%.

“Perubahan [ketiga] kondisi pembangunan Tol Joja-Baven yaitu peningkatan biaya dan pengeluaran konstruksi dari Rp 14,2 triliun menjadi sekitar Rp 18,3 triliun untuk melindungi warisan budaya seperti Parit Mataram dan situs penting lainnya. . kata dia saat rapat dengan Komisi VI DPR, Senin (8/7/2024).

Selain itu, terkait pembangunan Tol Joja-Baveni, Entus menyebutkan saham ADHI meningkat dari 12,5% menjadi 13,16%. Pasalnya, sebagian pemegang saham tidak melakukan penyetoran dalam jumlah besar pada tahun 2022.

“PMN 2025 merupakan pilihan terbaik dan PMN memberikan reformasi keuangan bagi ADHI khususnya pada rasio utang dan ekuitas,” tutupnya.

Ke-16 BUMN tersebut dikabarkan telah mengajukan permohonan penerimaan PMN 2025 senilai Rp 44,24 triliun. Informasi PMN akan digunakan untuk menjalankan fungsi pemerintahan.

Suntikan PMN 2024 terbesar ditujukan pada Hutama Kariya yang diperkirakan mencapai Rp 13,86 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap 2 dan Tahap 3.

Menteri BUMN Eric Thohir mengatakan sebagian besar dana yang disediakan dalam PMN 2025 digunakan untuk pekerjaan umum yakni sebesar 69% atau Rp 30,4 triliun. Sisanya sebesar 27% untuk pengembangan usaha dan 4% untuk restrukturisasi.

“Ini yang masih kita tegaskan, apalagi kalau dilihat dari dokumennya, 69% PMN yang dimaksud adalah pelayanan publik yaitu Rp 30,4 triliun,” kata Eric dalam workshop bersama Komisi VI DPR RI. . Pada awal Juni 2024.

Eric mengatakan, jika dilihat dari gayanya, sebagian besar digunakan untuk menyelesaikan proyek pemerintah. Oleh karena itu, Ketua Umum PSSI berharap pihaknya bisa mendapatkan hasil terbaik dari usulan tersebut.

“Meskipun angka-angka tersebut terkesan kami berikan, namun Kemenkeu juga menilai tidak bisa memberikan lebih. Namun kami tetap berusaha,” kata Eric.

________

Penafian: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendorong Anda membeli atau menjual saham. Pilihan mata uang sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Lihat berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel