Bisnis.com, Jakarta – Sedikitnya 9.000 dokter junior di Korea Selatan (Korsel) mogok kerja mulai Februari 2024.

Bahkan saat ini terjadi kekacauan di rumah sakit karena para dokter tidak mau masuk kerja.

Dokter muda memprotes kebijakan pemerintah. Berikut 4 fakta aksi mogok ribuan dokter di Korea Selatan:

Alasan pemutusan hubungan kerja

Alasan utama di balik aksi mogok ribuan dokter ini adalah kebijakan pemerintah yang menambah kuota mahasiswa kedokteran.

Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota mahasiswa fakultas kedokteran menjadi 2000 kursi mulai tahun 2025.

Langkah penambahan kuota ini merupakan respons terhadap kejadian kekurangan dokter di Korea Selatan.

Sayangnya, asosiasi dokter Korea Selatan mengatakan peningkatan kuota hanya akan menambah beban negara.

Mereka berpendapat bahwa peningkatan kuota akan mempengaruhi kualitas pendidikan dan layanan medis.

Pemerintah membebaskan denda tersebut

Pada bulan Maret 2024, pemerintah Korea Selatan mengambil tindakan hukum dengan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap ribuan dokter yang mogok.

Meski tenggat waktunya sudah habis, pemerintah mulai menangguhkan izin medis ribuan dokter yang melakukan aksi mogok.

Menteri Kesehatan Park Min-soo, seperti dilansir VOA, mengatakan para pejabat telah dikirim ke beberapa rumah sakit untuk menangguhkan izin mogok dokter.

Dokter yang mogok akan dicabut izinnya minimal 3 bulan.

Namun, pada awal Juli, Menteri Kesehatan Cho Kyu-hong mengatakan partainya akan mencabut semua hukuman terhadap dokter yang mogok.

“Mempertimbangkan situasi kualifikasi dan tuntutan sektor medis yang ada, pemerintah telah memutuskan untuk tidak mengambil tindakan administratif terhadap semua dokter yang bekerja terlepas dari apakah mereka kembali bekerja atau tidak,” kata Menteri Cho Kyu-hong seperti dikutip. kata AFP. , Senin (08/07/24).

Pemogokan buruh berlanjut hingga Juli 2024

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel